Search

Kisah Haji: Terbongkarnya Rahasia Allah Di Tanah Pekarangan Tetangga

Anugerah Allah, kami dapat membangun rumah sederhana diatas tanah kaplingan seukuran 10 x 15 meter, berdampingan dengan langar ( masjid kecil ). Disanalah wadah kami  bernaung membesarkan empat orang anak kami.

Kisah Haji: Terbongkarnya Rahasia Allah Di Tanah Pekarangan Tetangga
Ilustrasi


Disebelah rumah kami ada sebidang tanah,  aku pernah memintanya agar dijual kepada kami, barang 5 meter, atau  4, atau 3 atau  hanya satu mter saja, tapi yang empunya tidak mau.

Suatu hari, pemiliknya datang kerumah kami, minta  agar kami bersedia membayar untuk tanahnya selebar 5 meter memanjang sepanjang rumah kami, Dia minta dibayar separoh harga, sisanya boleh dicicil.

Kuambil tas yang berisi barang keperluan untuk perjalanan yang baru kubawa sehabis dari luar kota. Seingatku didalamnya ada sebuah amplop, berisi sejumlah uang yang belum kuhitung berapa banyaknya. Setelah amplop itu dibuka, ternyata isinya cukup untuk membayar jumlah yang diminta. Deal saat itu juga, uang mukapun kami bayar, Alhamdulillah, tanah pekarangan tetangga seluas 5x15 meter menjadi milik kami.

Setelah itu, kubangun rumah perlahan dari gaji bulanan, menyambung pada bangunan yang sudah ada, dengan saya tukangi sendiri, Terwujudlah sebuah rumah kontrakan, dan setelah jadi langsung kami sewakan. Beberapa penyewa silih berganti, uniknya beberapa penyewa adalah pengantin baru, dan di rumah itulah mereka mendapatkan kenangan terindah, buah hati, momongan pertama. Ada dua anak yang masih kami kenal, Al Fatih dan satunya lagi Yusril Maulana.

Bangunan sengaja dibuat bersambung dengan bangunan lama (kopel), niatnya agar jangan sampai rumah itu terjual, karena susah mencari pembeli yang minat pada rumah berkonstruksi kopel.

Tahun 2008, antrean calon haji semakin panjang, Orang yang membayar uang muka semakin banyak, giliran berangkat semakin lama, paling cepat lima tahunan baru sampai giliran. Dan untuk mendapatkan giliran mesti membayar uang muka.

Adinda, isteriku satu satunya, kuminta persetujuannya untuk menjual rumah kontrakan itu, agar bisa membayar uang muka ONH, namun  Dia tidak menyetujuinya, karena masih berharap akan dapat uang darisumber lainnya.

Setelah beberapa bulan aku membujuknya, akhirnya iapun menyetujuinya.

Aku tawarkan rumah itu melalui internet, beberapa peminatpun datang, tidak ada kesepakatan, mereka jadi mundur mungkin karena konstruksi rumah yang masih kopel, atau mungkin karena posisinya yang berdampingan dengan mushalla ( masjid kecil ) hingga dari mulutku terucap “asal cukup untuk setor dua ONH aku lepas”

Datanglah seorang tetangga, masih famili juga, dia mau membelinya dengan harga yang ia sanggupi, senilai ongkos naik haji untuk dua orang, tidak bisa lebih, pas dengan ucapanku “asal cukup untuk setor dua ONH”.

Tiba tiba aku teringat, kayaknya ini perlu bayar zakat juga, padahal uangnya cuman pas pasan untuk setoran uang muka ONH, lalu kubujuk mereka agar menambahnya, dan kamipun sepakat dengan harganya itu, yang cuman cukup atau setara setoran dua ONH saat itu, plus beberapa ratus ribu rupiah, hingga cukuplah untuk membayar zakatnya , 2,5 %.

Awal tahun 2009, dengan uang itu kami menyetor ONH, nomor antrean sudah didapatkan, giliran berangkat lima tahun kemudian.

Do’aku untuk bisa datang kembali ke Ka’bah bersama Adinda, sudah diambang mata, setelah terbongkarnya rahasia Allah di tanah pekarangan tetangga, Allah telah menitipkan rezeki, modal kami berdua untuk bisa pergi haji bersama.

Saya teringat guyonan tetangga “Kalau mau bisa naik haji, maka ada beberapa surat yang mesti dibaca dan ada surat yang mesti diperiksa periksa. Surat yang mesti sering dibaca adalah surat Yasin, Al Mulk dan surat Al Waqi’ah. Sedangkan surat yang mesti sering diperiksa adalah surat tanah, mana tahu harganya sudah naik tinggi”

Subhanallah, sebuah guyonan yang sekarang menjadi kenyataan.



Yadis Banjar (yadis59@yahoo.co.id)

Begini Canda Rasulullah Terhadap Seorang Wanita Tua

Sudah menjadi fitrah manusia untuk tersenyum dan tertawa. Terlebih lagi jika ada candaan atau humor yang membuatnya mampu tersenyum. Karena sesungguhnya dunia ini akan terasa sepi jika tidak ada gelak tawa ataupun senyuman. Bahkan Rasulullah pun memiliki pribadi yang humoris dan patut kita tiru.

Begini Canda Rasulullah Terhadap Seorang Wanita Tua

Salah satu kisah yang menceritakan pribadi Rasul yang humoris adalah saat bertemu dan berbicara dengan seorang wanita tua yang baru ia temui.

Ketika itu sang nenek menghampiri Rasulullah dan memintanya agar didoakan untuk masuk ke dalam surga. Namun jawaban Rasulullah justru menjelaskan bahwa di surga tidak ada orang tua yang renta seperti nenek tersebut.

Mendengar ucapan Rasulullah, nenek itu pun menangis tak karuan lantaran merasa dirinya tidak akan berada di surga. Ia pun amat menyesal dengan umur yang kini ia capai.

Namun Rasulullah justru tersenyum ketika melihat nenek tersebut menangis. Beliau lantas mengatakan bahwa tidak adanya nenek renta di surga tersebut lantaran semuanya akan diubah menjadi gadis-gadis yang perawan lagi menawan.

Rasulullah kemudian membacakan firman Allah yang berbunyi:

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqi’ah: 35-37).

Mendengar ucapan Rasulullah tersebut, nenek itu pun bergembira dan mengerti bahwa Rasulullah sebelumnya telah bercanda. Sang nenek lantas tertawa dengan giginya yang telah ompong.

Begitulah canda Rasulullah, yakni sebuah candaan yang berbobot dan memiliki hikmah di dalamnya. Sehingga sudah keharusan bagi kita untuk menyisipkan candaan yang juga mengandung hikmah serta pembelajaran bagi orang lain. Wallahu A’lam

Inilah Benda Yang Selalu Dibawa Raja Salman Dalam Sakunya

Setiap orang senantiasa memiliki kebiasaan yang dibawa dalam kesehariannya. Begitu pun juga dengan sosok pemimpin Arab Saudi yakni Raja Salman, seorang raja yang senantiasa menjalankan perintah Allah mapun Rasul-Nya.

Inilah Benda Yang Selalu Dibawa Raja Salman Dalam Sakunya

Seringkali jika kita jeli menyaksikan dirinya, tampak ada sesuatu yang terlihat di balik saku bajunya dan itu senantiasa ada dalam berbagai kesempatan. Tentunya benda tersebut memiliki kegunaan sehingga Raja Salman senantiasa membawanya. Tahukah benda apa itu?

Ternyata benda yang terselip tersebut adalah siwak. Ya memang bersiwak merupakan salah satu anjuran Rasulullah bagi umatnya. Tak hanya menjaga kesehatan mulut, namun dengan mengamalkannya menjadi jalan untuk melestarikan Sunnah Nabi dan tentunya berpahala.

Siwak secara bahasa merupakan aktivitas menggosok gigi dan tidak dikhususkan menggunakan jenis alat tertentu untuk menggosoknya. Bahkan dalam suatu hadist siwak menjadi sebuah makna perbuatan.

Namun sudah menjadi keumuman masyarakat selain menggosok gigi menggunakan sikat gigi, mereka pun menggunakan ranting kayu berjenis khusus untuk digunakan di setiap waktu.

Hadist yang menyatakan bahwa bersiwak dapat meraih keridhoan Allah terdalam dalam riwayat Baihaqi dan Nasai.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak itu membersihkan mulut dan menyebabkan (didapatkannya) keridhoan Rabb (Allah).” (HR. Baihaqi dan Nasai)

Sementara waktu yang dianjurkan untuk bersiwak adalah pada setiap hendak berwudhu.

“Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,” Sekiranya tidak akan memberi kesukaran dan kesulitan kepada umatku, tentu akan kuperintahkan mereka bersiwak pada setiap wudhu.” (HR Malik, Ahmad dan Nasai)

Tak Peroleh Keadilan, 800 Warga Hindu India Memeluk Agama Islam

Sesungguhnya Allah telah menjadikan Islam sebagai agama yang adil dalam memperlakukan umat manusia. Hal itu juga yang mendorong sekitar 800 warga Hindu India di daerah Rampur untuk memeluk agama islam pada hari Rabu (15/4/2016).

Tak Peroleh Keadilan, 800 Warga Hindu India Memeluk Agama Islam

Dilansir dari Republika, Rabu (15/4/2016), sebagian besar dari warga India tersebut merupakan golongan kasta terendah atau yang disebut dalit Valmiki. Mereka disebut tidak mendapatkan keadilan dari pemerintah dalam berbagai segi. Padahal mereka memiliki kontribusi sangat besar dengan menjadi penyapu jalanan dan pembersih kotoran manusia.

Ketidakadilan tersebut lantaran 800 dalit Valmiki harus digusur dari pemukiman mereka sendiri oleh pemerintah untuk dijadikan sebagai pusat perbelanjaan. Tentu saja hal ini memberikan arti bahwa pemerintah sudah tidak memperdulikan kasta mereka.

Warga pun kemudian memeluk agama islam sebagai solusi dari penindasan yang terjadi. Namun Chandra Prakash Tripathi selaku Hakim Distrik di Rampur tidak peduli dengan tindakan mereka dan justru menegaskan bahwa sikap berpindah agama tidak menjadi solusi apapun.

“Mereka masuk islam jelas harus memahami bahwa ini tidak akan membantu mereka dengan cara apapun,” ucap Chandra dalam situs Times of India.

Di India, perkembangan islam memang cukup membuat khawatir pihak pemerintah karena akan menggeser agama Hindu. Tak heran jika Sadhi Deva Thakur yang menjadi salah satu pimpinan Hindu meminta agar pemerintah memandulkan umat muslim India dan Kristen setelah mengetahui kedua agama tersebut berkembang cukup pesat.

Meski Telah Renta, Nenek Yang Menghafal Sejak 60 Tahun Lalu Ini Tidak Lupa Setiap Bagian Al Qur'an

Umur yang sudah renta tidak menjadi halangan seseorang untuk berkhidmat dalam agama. Terlebih menjadi seorang hafidz yang memerlukan kecerdasan berpikir dan menghafal. Salah satunya seperti nenek bernama Ummu Saad ini yang tidak pernah sedikit pun lupa bagian dari Al Qur’an meski usianya sudah tidak muda lagi.

Meski Telah Renta, Nenek Yang Menghafal Sejak 60 Tahun Lalu Ini Tidak Lupa Setiap Bagian Al Qur’an

Lahir di Desa Bandariyah, sebelah utara Kota Kairo Mesir, Ummu Saad sudah kehilangan penglihatannya sejak muda karena mengalami salah pengobatan oleh keluarganya. Akibatnya Ummu Saad pun buta permanen dan tidak bisa disembuhkan.

Meski tak mampu melihat, Ummu Saad saat muda mendapatkan keberkahan karena setiap orang buta di desa Bandariyah harus mempelajari Al Qur’an lebih dalam. Hal itu sudah menjadi tradisi warga di desa tersebut. Karenanya Ummu Saad senantiasa dibesarkan hatinya oleh ayat-ayat Al Qur’an dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Tepat pada usia 15 tahun, Ummu Saad telah mampu menghafal Al Qur’an secara keseluruhan. Dengan kecerdasannya tersebut, wanita yang kemudian berpindah ke Kota Iskandariyah Mesir itu pun semakin menambah pengetahuannya tentang Al Qur’an.

Ummu Saad kemudian belajar kepada seorang ulama wanita bernama Nafisah binti Abu Ala untuk belajar Qiraah 10. Namun tidak semua orang mampu mempelajarinya lantaran sang ulama memberi syarat yang cukup berat yakni tidak boleh menikah selama-lamanya. Alasannya karena ketika telah menikah maka wanita akan disibukkan dengan urusan rumah tangga dan melupakan segala hal yang telah dipelajari.

Tentu saja syarat tersebut tidak mendasar dan tidak sesuai dengan syariat. Meski begitu, syarat yang diajukan Syaikhah Nafisah diterima oleh Ummu Saad. Ia dengan teguh menghilangkan keinginannya untuk menikah dan menggantinya dengan menjaga 10 riwayat Al Qur’an.

Tepat pada usia 23 tahun, Ummu Saad sudah bisa menghafal 10 riwayat bacaan Qur’an. Bahkan Syaikhah Nafisah memberikan ijazah sebagai bukti bahwa Ummu Saad memang sudah mahir.

Dikatakan oleh Ummu Saad bahwa selama 60 tahun ia sudah menghafal, mengulang dan membaca Al Qur’an hingga tak lupa sedikit pun bagian dari isi Al kitab tersebut. Baginya menghafal Al Qur’an sama dengan menghafalkan namanya sendiri. Selain itu ia hanya fokus mempelajari Al Qur’an dan qiraatnya tanpa sedikit pun tercampur dengan ilmu-ilmu lainnya.

Sabda Rasulullah Tentang Haji Di Akhir Zaman Mulai Terbukti Sekarang Ini

Di bulan haji kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia datang berduyun-duyun untuk mengunjungi tanah haram demi melangsungkan ibadah haji. Mereka memakai pakaian ihram dan menghindari larangan-larangan ihram selama pelaksanaan ibadah haji. Mereka mengikuti rangkaian ibadah haji dengan tertib.

Sabda Rasulullah Tentang Haji Di Akhir Zaman Mulai Terbukti Sekarang Ini


Selagi mengikuti rangkaian manasik haji dengan tertib, insya Allah haji mereka sah. Tetapi masalah diterima atau tidaknya ibadah haji dan terkait pahala haji itu adalah urusan Allah SWT.

Karenanya selain sah, harapan semua jamaah haji tentu bisa mendapatkan predikat haji mabrur, yang tiada lain ganjarannya selain surga.

Namun di balik itu ada beberapa orang yang memipunyai motif lain ketika sedang beribadah haji. Sebagaimana pernah disebutkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang dikutip Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib sebagai berikut.

روى الخطيب البغدادي عن أنس قال : قال رسول الله يَأْتِي على النَّاسِ زَمَانٌ يحجُّ أغنياؤهُم للنّزْهَةِ وَأَوْسَاطُهُمْ للتّجَارَةِ وَأَغْلَبُهُمْ للرِّيَاءِ والسُّمْعَةِ وفُقَرَاؤُهُمْ للمَسْأَلَةِ ولهذا كان عمر يقول : الوفد كثير والحاجّ قليل

Artinya, dari sahabat Anas Radhiyallah Anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Akan datang suatu di mana orang kaya di zaman itu berhaji untuk tamasya, kelompok menengahnya berhaji untuk berbisnis, kebanyakan mereka berhaji untuk riya dan sum’ah, dan orang-orang fakirnya berhaji untuk mengemis,” (HR Al-Khatib).

Karenanya Dari sana Sayidina Umar RA mengatakan, “Pengunjung Masjidil Haram itu banyak, tetapi mereka yang (benar-benar) haji itu sedikit.”

Melalui hadits tersebut, Junjungan kita Baginda Rasulullah berpesan kepada semua umatnya untuk meluruskan niat dalam mengikuti rangkaian ibadah haji. Rasulullah tidak menginginkan umatnya terpedaya oleh godaan-godaan lain yang bisa membelokannya dari keikhlasan dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini.

Kita berdoa semoga para jamaah haji, Khususnya yang berasal dari Indonesia diterima amal ibadah hajinya oleh Allah SWT dan mampu meraih predikat mabrur. Semoga mereka termasuk orang yang berhaji karena mengagungkan syiar Allah SWT dengan ikhlas. Aamiin.

VIDEO: Pemuda Asal Indonesia Ini Mengaku Bahagia Bisa Tinggal Dan Bekerja Di Masjid Nabawi

Bisa menunaikan ibadah haji dan mengunjungi Tanah Haramain menjadi sebuah cita-cita yang dimiliki oleh setiap umat islam. Namun meski demikian, tidak semuanya dapat menggapai impian berhaji dan hanya sebagian saja yang mendapat kesempatan bahagia tersebut.

VIDEO: Pemuda Asal Indonesia Ini Mengaku Bahagia Bisa Tinggal Dan Bekerja Di Masjid Nabawi

Salah satu ulama Indonesia asal Bandung yakni Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym tahun ini berkesempatan untuk bisa melaksanakan haji sekaligus mengunjungi berbagai masjid seperti Masjid Nabawi yang menjadi masjid Rasulullah.

Ternyata ketika berada di pelataran Masjid Nabawi, Aa Gym bertemu dengan salah seorang petugas kebersihan yang berasal dari Indonesia.

Aa Gym kemudian mengunggah pertemuan tersebut dalam Laman Facebook miliknya dengan menuliskan keterangan,

“Nikmat mana lagi yang didustakan, sahabat kita ini bisa sehari-hari di Madinah sambil membersihkan rumah Allah Masjid Nabawi. Semoga akang senantiasa diberikahi Allah… Aamiin.”

Tampak dalam video, pemuda tersebut mengenakan seragam berwarna hijau dan membawa lap lantai yang cukup besar. Ketika ditanyakan namanya, pemuda itu lantas menjawab bahwa ia bernama Badrussalam Ghifari dan berasal dari Purwarkarta, Jawa Barat.

Aa Gym lantas bertanya mengenai lamanya ia bekerja dan dijawab bahwa ia telah bekerja selama 2 tahun dan bisa pulang ke Indonesia saat cuti nanti.

Badrussalam pun mengaku sangat bahagia dan diberkahi bisa tinggal dan bekerja di Masjid Nabawi dimana semua umat islam Indonesia berkeinginan untuk bisa berdoa di sana.

Saat ditanya tentang tugasnya, Badrussalam menjawab, “Saya kebagian bersihkan najis. Kalau ada kakek-kakek muntah kan itu najis. Jadi saya harus tahu bagaimana membersihkan najis. Selain itu juga mengambil sampah-sampah yang kecil.”

Simak videonya


Mengharukan! Ini Kesaksian Calon Jamaah Haji Yang Gagal Berangkat Lantaran Lewat Jalur Filipina

Kabar gagalnya pemberangkatan sejumlah calon jamaah haji Indonesia yang lewat jalur Filipina memang menyisakan kepedihan yang mendalam, terutama bagi calon jamaah haji tersebut beserta keluarganya. Tak hanya merugi secara materi, mereka pun harus menanggung malu dari pandangan masyarakat serta mengalami ketidaknyamanan selama di penjara Filipina.

Mengharukan! Ini Kesaksian Calon Jamaah Haji Yang Gagal Berangkat Lantaran Lewat Jalur Filipina
Aziz Hidayat dan Titik Sayekti (Irwan A/Harian Jogja)
Salah satunya adalah sepasang suami istri bernama Aziz Hidayat (56 tahun) dan Titik Sayekti (52 tahun) yang awalnya niat berhaji tapi justru harus merasakan dinginnya penjara Filipina selama 7 hari. Itu karena mereka ikut terkena penipuan biro perjalanan haji yang ternyata melewati jalur Filipina dan menggunakan paspor ilegal.

“Saya tidak korupsi, saya tidak maling, saya tidak membunuh tapi saya harus masuk penjara. Padahal niatnya haji,” ucap Aziz, sebagaimana dikutip dari Okezone, Kamis (8/9/2016).

Aziz menceritakan bahwa selama dikurung, ia harus menempati sel penjara yang berukuran 9 meter persegi yang diisi oleh 8 orang. Selain itu ia juga hanya bisa mengenakan pakaian yang dipakai sejak hendak menuju keberangkatan pesawat. Ini karena pakaian lainnya berada di dalam koper yang sudah sampai terlebih dahulu ke Mekkah.

Pria yang tinggal di Dusun Sudimoro, Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon Bantul ini juga menuturkan bahwa ia diberhentikan oleh petugas imigrasi ketika hendak menaiki pesawat. Padahal koper yang berisi pakaian sudah masuk dalam bagasi pesawat. Karena terbukti menggunakan paspor ilegal, Aziz dan 176 calon jamaah haji lainnya terpaksa ditahan dan tidak bisa menunaikan impian mereka berangkat ke tanah suci.

“Sebagian rombongan adalah orang bugis yang sedikit diantaranya dapat berbahasa Indonesia. Saat menunjukkan paspor yang berbahasa Filipina kebanyakan dari kami tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari petugas imigrasi Filipina,” tuturnya.

Lantaran merasa curiga dengan kelengkapan administrasi tersebut, pihak imigrasi kemudian menahan mereka sekitar satu setengah hari di Bandara dan selanjutnya dibawa menuju penjara menggunakan bus.

Sebanyak 177 calon jamaah haji itu tidak menyangka jika keberangkatan mereka ke tanah suci harus berakhir di penjara Filipina. Mereka pun hanya bisa menunggu pembebasan oleh pihak KBRI Filipina dan menjalani serangkaian proses yang cukup rumit.

“Sidik jari segala macam sampai dengan empat kali. Baru kita bisa keluar dari penjara. Di sidang dulu waktu itu, yang mengurus kami KBRI Imigrasi Indonesia dan Kementerian Luar Negeri,” lanjut Aziz.

Selain itu 177 calon jamaah haji yang gagal berangkat tersebut harus melewati pemeriksaan dari berbagai pihak seperti Departemen Imigrasi Filipina, Intelejen Filipina, Kepolisian Filipina dan Departemen Hukum Filipina. Dengan demikian, proses untuk menuju kebebasan pun terbilang lama.

Sementara selama proses persidangan, 14 orang WNI harus mau menjadi saksi dan 9 diantaranya diminta untuk tinggal lebih lama guna mendalami kasus tersebut.

Minta Sholat Jumat Dibagi 2 Shift, Dirut Perusahaan BUMD Ini Langsung Mendapat Tanggapan Keras Dari DPRD DKI

Toleransi bagi umat islam yang berada di bawah kekuasaan suatu perusahaan memang saat ini mengalami dilema. Salah satunya seperti para karyawan PD Dharma Jaya yang selain mengalami pemecatan pegawai honorer tanpa kejelasan, mereka pun harus menuruti permintaan Dirutnya yang membagi sholat jum’at menjadi 2 shift.

Minta Sholat Jumat Dibagi 2 Shift, Dirut Perusahaan BUMD Ini Langsung Mendapat Tanggapan Keras Dari DPRD DKI
Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma Jati (Alfian Risfil Auton/Teropongsenayan.com)
Karena sikapnya tersebut, Dirut bernama Marina Ratna Dwi Kusuma Jati kini menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta. Diketahui perusahaan tersebut merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola rumah potong hewan (RPH) dan berkantor pusat di Jalan Penggilingan Raya, Jakarta Timur.

Tanggapan keras kemudian muncul dari Anggota Komisi B DPRD DKI Endah Parjoko yang akan menunda rencana pemberian dana penyertaan modal pemerintah untuk PD Dharma Jaya sebesar 98 miliar di APBD 2017.

“Dewan minta agar pemberian dana PMP untuk PD Dharma Jaya sebesar 98 miliar ditunda dulu. Kalau perlu batalkan. Saya juga minta agar Badan Pemeriksa Keuangan RI melakukan audit terhadap BUMD tersebut. Saya minta juga agar jajaran direksi jangan semena-mena melakukan kebijakan yang justru merugikan karyawan,” ucap Endah sebagaimana dikutip dari Teropong Senayan, Senin (5/9/2016).

Sementara terkait pembagian sholat jum’at menjadi 2 shift, Endah mengaku sangat menyayangkan lantaran tidak etis dilakukan oleh seorang Dirut BUMD.

“Bila pengaturan sholat jadi dua shift benar terjadi, itu sangat saya sayangkan. Itu sangat tidak etis dikeluarkan seorang Dirut BUMD,” tuturnya.

Rencananya para karyawan BUMD tersebut akan melakukan mogok massal di depan kantornya di Jalan Raya Penggilingan Nomor 36 Cakung Jakarta Timur lantaran sikap arogan dari Dirut BUMD terhadap para karyawan.

Dari keterangan Amrun selaku Ketua Serikat Pekerja PD Dharma Jaya, pembagian jadwal karyawan dalam melaksanakan sholat jumat merupakan kebijakan yang kontroversial. Selain itu tidak memberikan kebebasan bagi karyawan untuk menjalankan ibadahnya masing-masing.

“Misalnya ibu Dirut meminta pegawai menjalankan ibadah sholat jumat secara bergantian. Ini kan tidak masuk akal namanya,” ucap Amrun.

Selain menuntut kebebasan beribadah, para karyawan juga akan meminta agar pihak perusahaan mau mengangkat pegawai honorer yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun menjadi pegawai tetap.

“Tuntutan lainnya, kami meminta perusahaan melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti pegawai terdaftar dalam BPJS kesehatan, pembayaran sesuai UMP dan lainnya,” pungkasnya.

Menghadapi Orang Yang Suka Hutang Tapi Enggan Membayar, Begini Caranya

Islam mengajarkan pada umatnya untuk tidak menganggap remeh masalah hutang. Hutang yang belum diselesaikan di dunia, akan menjadi penghalang untuk mendapatkan keridhoan Allah.

Bahkan seorang yang mati syahid sekalipun bisa terhalang masuk jannahNya gara-gara hutang semasa di dunia, seperti hadits Nabi dalam riwayat Muslim, “Seorang yang mati syahid akan diampuni segala dosa-dosanya, kecuali hutang.”

Menghadapi Orang Yang Suka Hutang Tapi Enggan Membayar, Begini Caranya


Sebagaimana kita ketahui, Manusia selain dilahirkan sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial. Konon, Manusia ditakdirkan tidak akan bisa hidup tanpa bantuan manusia lain. Manusia akan selalu hidup bersama manusia lainnya karena adanya dorongan dan kebutuhan untuk bersosial dengan sesama, tanpa adanya bantuan dari sesama [minimal orang tua sendiri] manusia tidak akan bisa berbicara, berjalan bahkan tidak akan bisa membaca postingan ini.

Balik ke judul 'Menghadapi Orang Yang Suka Hutang Tapi Enggan Membayar, Bagaimana Caranya?'

Bagaimana menghadapi saudara , teman, rekan, ataupun siapa saja yang suka hutang uang ke kita? apakah harus dikasih atau tidak? jika dikasih, hutang yang dulu aja belum dibayar, tidak di kasih ntar dikatain bakhil!  memang serba salah seperti buah simalakama.

Cerita seperti diatas mungkin pernah kita alami bahkan mungkin sering sekali. Banyak manusia yang tak berdaya jika sudah berhadapan dengan masalah klasik seperti ini [ndak tegaan], bahkan banyak hutang yang sampai sekarang tak kembali karena tak tega menagih. Namun dengan bertambahnya usia serta saya berumah tangga & punya anak istri, akhirnya ketemu juga bagaimana cara menghadapi permasalahan klasik itu dengan cara yang lebih bijak.

Sebelum saya bagikan triknya, alangkah lebih baiknya Anda ketahui dulu type orang yang suka hutang tapi enggan membayar, berikut diantaranya.

1. Berhutang bukan karena tidak mampu beli, tapi karena memang sudah wataknya suka hutang, dan sangat enggan membayar dikarenakan egonya, merasa diri lebih tinggi dari orang lain. Type begini biasanya hidupnya cukup mapan, terpandang di masyarakat, serta selalu bersikap manis mulut. Namun jika diingatkan akan kewajibannya membayar, justru dia berbalik tersinggung, seolah harga dirinya yang di hina.

Type begini merasa kedudukannya dalam masyarakat membuatnya berhak melakukan yang dia mau. Karena dia merasa orang penting, orang hebat, dan harus dihormati. Dia merasa tidak bersalah ketika mendzalimi dan melanggar hak-hak orang lain. Dan type begini, tidak akan kapok berhutang selamanya, bahkan di tempat yang sama dengan orang yang sama.

2. Type penipu kelas teri dengan dalih hutang. Korbannya biasanya adalah orang yang berada di seklilingnya, bisa tetangga, kerabat atau dalam komunitas yang sama. Jumlah korban yang terperangkap dengan aksi seperti ini sudah pasti banyak, bukan satu dua orang.

Biasanya, nominal hutang yang dipinjamnya tidak terlalu besar, karena itulah, ketika dia tidak mau membayar, biasanya korban tidak mau memperpanjang kasusnya.

Penipu semacam ini sangat mahir bermain kata-kata dan berakting meyakinkan sehingga menimbulkan rasa kasihan. Tak jarang dia mempergunakan kelebihan fisiknya sebagai sarana untuk memudahkan jalannya menipu. Bahkan maaf, sudah tidak punya rasa malu dan bersikap ndableg hingga keinginannya terpenuhi.
 
Jika bertemu dengan orang semacam ini, harus berhati-hati. Jangan sampai terperangkap mulut manis dan akting memelas. Orang-orang seperti ini banyak berkeliaran di sekitar kita, bahkan juga di komunitas-komunitas dunia maya. Biasanya, dia akan ramah sekali pada kita bila ada maunya. Tapi akan segera menghilang, atau pura-pura tidak kenal lagi  ketika maksudnya telah tercapai.

3. Type orang yang suka hutang tapi enggan membayar karena gaya hidup, atau tepatnya lebih besar pasak daripada tiang. Orang seperti ini suka kalap mata dihadapkan pada tawaran-tawaran yang bersifat materi, sehingga lupa pada kemampuan finansialnya. Dan ketika waktu pembayaran tiba, biasanya dia kebingungan mau bayarnya dari mana, dan lebih memilih menghindar atau sembunyi.

Alih-alih menghadapi si pemberi hutang, type orang semacam ini justru lari dari tanggung jawab. Sebenarnya kasihan dengan jenis orang seperti ini, karena gaya hidupnya membuat hidupnya sendiri menjadi tidak tenang. Berhadapan dengan type ini sarannya cuma satu, jangan jual barang apapun padanya.

4. Type orang yang suka hutang tapi enggan membayar lainnya, adalah karena merasa si pemberi hutang hidupnya jauh berkecukupan, sehingga type orang ini merasa tak apa bila dia tidak membayar hutang. Saya menyebut type jenis ini adalah type pengemis berkedok hutang.

Jika diingatkan untuk membayar, eh malah berdalih bahwa hutangnya itu tak seberapa dibandingkan kekayaan yang dimiliki si pemberi hutang, kok sampai demikian diperhitungkan. Aneh bukan, sudah berhutang, malah menasehati si pemberi hutang. Berhadapan dengan type ini, lebih baik diniatkan bersedekah saja atau jangan beri pinjaman sama sekali.

5. Type yang terakhir sebenarnya tidak suka berhutang, dia mau hutang karena sangat terpaksa dan sebenarnya malu. Jika ada kelapangan, dia memilih untuk membayarnya atau mencicil hutangnya sampai lunas.

Atau, jika belum sanggup membayar, orang yang berhutang ini akan memberitahu si pemberi hutang bahwa dia tetap ingat dengan hutangnya, hanya saja di waktu ini belum bisa membayar. Begitu juga, dia akan memberi tahu keluarganya mengenai hutang yang dia miliki, agar kelak kalaupun ajal memanggil, keluarganya bisa menyelesaikannya nanti. Intinya, tidak lari dari kewajiban membayar hutang.

Untuk type terakhir, adalah  orang yang berhutang karena terpaksa, dan belum mampu membayar, bukan karena enggan membayar. Untuk orang yang berhutang semacam ini, tidak ada salahnya bagi si pemberi hutang untuk memberi kelonggaran, dan kalau bisa menganggap lunas hutang-hutangnya.

Nah, sudah tahu kan semua type Orang Yang Suka Hutang, sekarang saya akan bagikan cara menghadapi Orang Yang Suka Hutang Tapi Enggan Membayar,

Sebelumnya Anda harus tegas kepada diri sendiri, ketegasan ini tidak bisa diartikan sebagai sikap kaku terhadap orang lain. Karena jika Anda lemah dalam menolak orang yang mau berhutang maka sudah bisa dipastikan Anda sendiri yang terkena imbasnya. Repot juga kan jika hutang dalam nominal besar tapi tidak dibayar-bayar padahal Anda membutuhkannya.

Begini contoh ketegasan kalimat ketika menghadapi orang yang suka hutang,

“Saya punya pengalaman buruk hutangin uang sama orang lain. Trauma. Maaf ya, bukannya saya tidak percaya sama kamu.”

“Yaahhh... gue aja tadinya mau minjem uang sama lu bro..”

“Saya konsultasi dulu ya sama istri/suami (atau orang tua). Sekitar 4 hari lagi saya kasih kabar. Sementara coba cari aja dulu pinjaman sama orang lain.” (Harapannya selama 4 hari itu orang tersebut bisa pinjam uang dari orang lain.)

“Maaf ya, belum bisa pinjamkan uang. Yang pinjam uang bulan kemarin aja belum dibalikin. Gimana kalau kamu yang nagih?” (sambil bercanda)

“Sebenarnya saya ada uang, Tapi maaf saya juga punya kebutuhan buat anak istri”

Nah begitulah kalimat tegas yang harus Anda sampaikan ketika menghadapi orang yang suka hutang tapi enggan membayar, Sebenarnya masih ada satu cara lagi yaitu dengan menasehatinya secara langsung atau tidak langsung ketika dia mau hutang agar ia berubah dari kebiasaan menghutang supaya kedzalimannya tidak bertambah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda-nunda pembayaran hutang padahal mampu, termasuk kedholiman”. (HR. Bukhori)

Meski Sederhana, Amalan Ini Membuat Seorang Pemabuk Bisa Bermimpi Bertemu Rasulullah

Sesungguhnya Allah akan memberikan ampunan kepada siapa saja yang Ia kehendaki, meskipun dosa yang telah diperbuat seluas samudera. Allah pun Maha Memaafkan kepada setiap hamba-Nya yang mau berserah diri dan berusaha memperbaiki kesalahannya sebelum ajal menjemput.

Meski Sederhana, Amalan Ini Membuat Seorang Pemabuk Bisa Bermimpi Bertemu Rasulullah

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa di jaman sesudah Rasulullah terdapat seorang pemabuk bernama Bishir a-Hafi yang senantiasa menghabiskan waktu di tempat maksiat dan berfoya-foya.

Pada suatu hari ketika berada dalam kondisi mabuk, ia menemukan sebuah kertas yang bertuliskan kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” di jalanan. Bishir kemudian mengambilnya dan menyimpannya di rumahnya dengan terlebih dahulu diberi wewangian. Hal ini ia lakukan sebagai bentuk penghormatan atas kalimat yang suci tersebut.

Pada malam harinya, seorang ulama kemudian bermimpi dimana dalam mimpi tersebut ia diperintahkan untuk menyampaikan sebuah kalimat kepada seseorang bernama Bishir.

“Engkau telah mengharumkan diri-Ku. Maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah mensucikan nama-Ku, maka Aku pun telah mensucikan dirimu. Demi kebesaran-Ku, niscaya Ku harumkan namamu, baik di dunia maupun di akhirat nanti.” Demikian seruan yang harus disampaikan kepada Bishir.

Ulama itu pun terbangun lantaran kaget dan tidak percaya, mengingat ia mengetahui betul siapa Bishir. Ia kemudian mengambil air wudhu dan shalat dua rakaat kemudian tertidur lagi. Namun setiap kali tertidur, mimpi itu pun kembali terulang hingga beberapa kali.

Maka ketika pagi harinya, ulama tersebut kemudian mencari Bishir dan mendapatinya di sebuah kedai minum. Kemudian ulama itu pun memanggilnya dan menjelaskan mimpi yang telah ia alami hingga beberapa kali.

Meski nampak mabuk, Bishir tetap berusaha memperhatikan ucapan ulama tersebut dengan cermat. Setelah itu Bishir mendatangi rekan-rekannya yang sedang mabuk dan berucap, “Aku sudah dipanggil. Aku akan meninggalkan tempat ini. Kalian tidak akan pernah bertemu denganku lagi.”

Sejak saat itu Bishir pun berubah dan mendalami agama islam dengan benar. Bahkan ia dikenal sebagai seorang yang shalih pada masanya.

Tatkala dirinya meninggal, umat muslim berbondong-bondong menyalatinya tak henti-henti sejak pagi hingga malam. Bahkan sampai berhari-hari lamanya mengingat kebaikan dan keshalihannya semasa hidup.

Menurut riwayat diketahui bahwa Imam Bishir juga pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Dalam mimpi tersebut Rasulullah bertanya kepada Bishir, “Mengapa engkau mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dari orang-orang yang semasa denganmu?”

Namun Bishir tidak mengetahuinya dan menjawab, “Tidak tahu wahai Rasulullah.”

Lantas Rasulullah menjawab, “Karena kamu mengikuti sunnahku, kamu berbakti pada orang-orang shalih, kamu memberi nasehat kepada sesama dan karena cintamu kepadaku, keluargaku serta sahabatku.”

Baca Juga:


Demikianlah bagaimana sebuah amalan yang kecil bahkan sepele bisa membawa seseorang yang terburuk menjadi yang terbaik dalam pandangan Allah. Maka sudah seharusnya untuk kita selalu melaksanakan segala amalan baik yang Allah perintahkan dan Rasulullah anjurkan dengan sekuat tenaga tanpa melihat besar kecilnya amalan tersebut. Wallahu A’lam

Usai Laksanakan Sholat Subuh Di Madinah, Kerabat Wagub Sulsel Yang Berhaji Ini Meninggal Dunia

Inna Lillahi, kabar duka datang dari kerabat Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang. Pasalnya kerabat yang diketahui bernama Saraiyana Ganing Pellawa dikabarkan meninggal dunia di Madinah saat melaksanakan ibadah haji pada hari Selasa (6/9/2016).

Usai Laksanakan Sholat Subuh Di Madinah, Kerabat Wagub Sulsel Yang Berhaji Ini Meninggal Dunia
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang melawat kerabatnya, Saraiyana Ganing Pellawa di Madinah (Tribunnews.com)
Dilansir dari Inikata, Rabu (7/9/2016), warga Kabupaten Sidrap berusia 75 tahun tersebut meninggal usai melaksanakan sholat subuh di salah satu masjid yang berada di Madinah.
Sementara itu pembimbing haji PT An Naba, KH Burhan Lc menuturkan bahwa almarhumah telah dimakamkan dengan bimbingan salah seorang Kiai.

“Almarhumah telah dimakamkan kemarin dengan bimbingan KH Asri Kasman Lc,” ucap KH Burhan sebagaimana dikutip dari Tribun.

Setelah mendengar kabar meninggalnya Saraiyana, Wakil Gubernur Sulsel pun langsung melayat menuju Madinah. Diketahui bahwa almarhumah ikut dalam travel haji plus As Safaa Sidrap/ An Naba untuk menunaikan haji tahun ini.

“Mohon doanya semoga para jamaah haji lainnya sehat wal afiat dan semoga almarhumah diterima di sisi-Nya,” tambah KH Burhan.

Sementara itu salah seorang keluarga almarhumah yakni Wardy Siradj menyebarkan kabar duka tersebut lewat media sosial dan meminta doa dari para sahabat maupun yang dikenalnya.

“Akan tetapi Insya Allah kami sangat ikhlas akan cobaan ini, apalagi almarhumah dipanggil oleh Allah SWT di Tanah Suci. Kami hanya mohon doanya dan kiriman bacaan Al Fatihah untuk almarhumah semoga almarhumah diterima di tempat terbaik oleh Allah SWT,” tulisnya.

Lafadz 'Allah' Muncul Di Atas Lokasi Jelang Pelantikan Lembaga Adat Daerah Kerajaan Gowa

Sebuah fenomena di atas langit muncul pada jelang pelantikan Lembaga Adat Daerah (LAD) Kerajaan Gowa pada hari Rabu (7/9/2016) sore. Tepat pukul 18.00 WITA diatas Istana Balla Lompoa sebuah awan yang tersinari matahari senja membentuk sebuah lafadz bertuliskan ‘Allah’ atau ‘Al Malik’.

Lafadz 'Allah' Muncul Di Atas Lokasi Jelang Pelantikan Lembaga Adat Daerah Kerajaan Gowa

Saat kejadian tersebut, sejumlah panitia sedang sibuk mempersiapkan pelantikan Ketua sekaligus pengurus LAD Kerajaan Gowa yang akan diserahkan kepada Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan beserta jajarannya. Ketika itu langit nampak berwarna kemerahan menandakan waktu akan berlalu menjadi malam.

Para panitia pun tidak menyangka ada fenomena kebesaran Allah tersebut diatas mereka. Mereka baru tersadar setelah dua orang warga bernama Ian Latanro dan Suherman Madani yang berada di lokasi mengambil foto lokasi tersebut dengan latar langit yang memerah.

Setelah diamati ternyata ada sebuah keunikan di langit Gowa yakni sebuah lafadz ‘Allah’ atau ‘Al Malik’ yang nampak jelas terlihat lantaran lebih bercahaya dibandingkan sekitarnya.

Alhasil, keduanya pun langsung mengunggah foto itu ke dalam grup Line dan diikuti dengan beragam komentar yang intinya takjub dengan kebesaran Allah tersebut.

“Sebenarnya kita foto karena langitnya indah dengan warna merah. Kita cuma mau foto langitnya. Baru kita sadar ada tulisan lafadz seperti itu waktu lihat ini foto ramai diperbincangkan di grup Line,” ucap Ian, sebagaimana dikutip dari Rakyatsulsel, Rabu (7/9/2016).

Bupati Gowa yang ikut dalam grup Line tersebut ikut berkomentar, “Allahu Akbar.. kita berada di jalan yang benar, ini untuk kepentingan Gowa bukan kepentingan pribadi.”

Sementara menurut Ketua MUI Gowa KH Abu Bakar Paka menuturkan bahwa foto yang dilihatnya lebih memperlihatkan lafadz Al Malik.

“Kalau saya perhatikan fotonya, tulisannya adalah Al Malik atau Maha Raja,” tulisnya.

Ansar Zaenal Bate selaku Ketua DPRD Gowa pun ikut berkomentar bahwa fenomena yang terjadi di atas langit Gowa tersebut merupakan tanda keridhoan Allah atas upaya pemerintah melestarikan adat istiadat Kerajaan Gowa yang menjadi kerajaan penyebar ajaran islam di Indonesia.
 

advertiser